ALERGI CREWET - (A LingOrm Story) By LLKwongOrm
"Orm, bisa berhenti bicara satu menit saja? Telingaku sakit."
"Gak bisa! Telinga kamu sakit karena jarang denger kata 'I Love You', makanya jadi kaku!"
- Pertengkaran rutin di meja makan pukul 02.00 pagi.
"Diagnosis dokter: Lingling Kwong mengidap alergi akut terhadap suara Orm Kornnaphat. Gejalanya? Jantung berdebar kencang, wajah memerah, dan keinginan mendadak untuk mengunci mulut gadis itu... dengan mulutnya sendiri."
Lingling Kwong adalah definisi dari "Ketenangan". Sebagai sutradara papan atas, dunianya adalah kesunyian, presisi, dan logika. Baginya, kata-kata adalah pemborosan oksigen jika tidak penting.
Lalu datanglah Orm Kornnaphat, mantan pacar masa SMA-nya yang merupakan paket lengkap dari semua hal yang dibenci Ling: Berisik, ceroboh, keras kepala, dan punya stok air mata yang lebih banyak daripada stok air minum di kantor.
Takdir (atau mungkin produser mereka yang jahat) memaksa mereka mengerjakan proyek film bersama. Belum cukup penderitaan itu, sebuah insiden membuat mereka harus berbagi satu unit apartemen.
Ling harus bertahan menghadapi:
Suara Orm yang memenuhi setiap sudut ruangan dari jam 5 pagi.
Naskah buatan Orm yang isinya terlalu banyak "gombalan maut".
Kenangan masa lalu yang mulai muncul kembali tiap kali mereka harus lembur di satu meja yang sama.
Ling mengaku alergi pada kecerewetan Orm. Tapi pertanyaannya, apakah Ling sanggup menjauh saat si cerewet itu mulai berhenti bicara dan menatapnya dengan mata yang masih menyimpan cinta yang sama seperti 8 tahun lalu?