Ghanis menyerah pada kehidupannya yang ke-9, ia memilih menjatuhkan dirinya di gedung yang berisi 39 lantai "ku mohon, biarlah kematian kali ini menjadi yang terakhir" begitulah perkataan Ghanis sebelum tubuhnya mencapai dasar. "Yeah, setidaknya. Aku bisa merasakan terbang" ___________ Ghanis Karira Goutama itulah namanya di kehidupan ke-9, sejak kecelakaan yang menewaskan kedua orangtuannya dan hanya menyisahkan Ghanis seorang diri di usianya ke 5 tahun. Hidup Ghanis berubah seketika, bayangan kehidupan dimasalalu menyadarkan Ghanis bahwa kehidupan kali ini merupakan reinkarnasi yang ke-9. Ghanis pada saat itu tumbuh dalam ketakutan terutama ia menyadari di 8 kehidupan sebelumnya ia berakhir menyedihkan, tidak ada kebahagiaan di wajah Ghanis. Seperti tamparan yang nyata, Ghanis juga harus mengalami rasa pahit dari kehidupan ke - 9 kali ini. Ia di bully karena bertingkah aneh, di tipu soal warisan orangtuanya yang menjadi penopang kehidupan Ghanis serta di jual bibinya ke club malam sebagai pela-cur. Hah! Hah! Bukankah menyedihkan kehidupan ke-9 kali ini? Karena tak sanggup ia lebih memilih terjun dari gedung dengan lantai 39 berharap kematian kali ini menjadi akhir dari segalanya. Ia tak akan dihantui oleh ketakutan karena sebuah mimpi yang selalu mengingatkan pada masalalu dan juga ia tak akan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu mendangnya sebagai orang bodoh. Nyatanya, sebuah kata akhir tidak selalu bersanding dengan harapan. Jiwa Ghanis yang sudah menyalahi aturan takdir karena mati belum pada waktunya justru di tarik oleh Dewa Kematian. Ghanis di hukum untuk mengulangi seluruh kehidupannya dan mengumpulkan serpihan jiwa yang terberai agar bisa diadili kembali oleh dewa kematian. Mampukah Ghanis melakukan itu? __________ "Nightmare hanyalah ilusi yang terlalu mirip kenyataan-hingga batas antara keduanya begitu tipis, membuat kita tak lagi tahu apakah kita sedang bermimpi... atau benar-benar terjebak di dalamnya."
More details