Rekah di Sela Padi

Rekah di Sela Padi

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Tue, May 5, 2026
"Kalau di Samarinda gue bisa beli apa saja, kenapa di sini gue nggak bisa beli senyum lo, Ti?" ​Bagi Levian, hidup adalah tentang kecepatan, kemewahan, dan tawa yang keras. Baginya, ikut dengan Athayzan ke Desa Sukasari hanyalah pelarian sementara dari rutinitas kota yang membosankan. Namun, semua berubah saat ia bertemu Siti-gadis desa dengan kepang dua yang tidak mempan dengan gombalan mautnya, dan justru lebih peduli pada panen padi daripada merek mobil yang Levian kendarai. ​Levian yang biasanya paling depan dalam urusan pamer, kini harus belajar mencuci beras di sungai, menghadapi Bapak Siti yang menjaga sawahnya dengan tatapan setajam elang, hingga harus merelakan kemeja mahalnya kotor demi membuktikan cintanya bukan sekadar ucapan di layar ponsel. ​Namun, di balik tingkah konyol dan tawa petakilannya, Levian menyimpan luka lama yang ia tutup rapat. Di Sukasari, ia harus memilih: kembali ke kehidupan kotanya yang penuh kepalsuan, atau menetap di samping Siti dan belajar bahwa kebahagiaan sejati justru tumbuh di tempat yang paling sederhana-di sela-sela hamparan padi yang menguning. ​Ditemani oleh Trio Binatang-Azran yang kaku, Zavin yang tenang, dan Athayzan yang baru saja bangkit dari masa sulit-Levian akan membuktikan bahwa si "Tuan Muda Petakilan" juga punya hati yang bisa bergetar hebat.
All Rights Reserved
#8
kisahdesa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daddy Angry |TAMAT|
  • HEKSAGARA PRANADIPTA (END)
  • Asyila, Seven Again
  • GALVASKA √ TAMAT
  • Peluk
  • Rekomendasi Wattpad✔️
  • Dunia Aray
  • Gara-Gara Sagara [SELESAI]
  • HIDDEN 2 (Pindah Ke Dreame)
  • Peak of Love [SELESAI]

"Anjirt anak siapa ini?!" Sejak dulu Anangga Elang Perkasa selalu membenci anak-anak, karena menurutnya anak kecil adalah makhluk paling mengganggu. Mereka cerewet, berisik, suka ngompol, suka eek sembarangan, bahkan tak segan menghancurkan barang-barang. Naasnya suatu hari remaja delapan belas tahun itu justru menemukan bayi berumur dua tahun di pinggir jalan. Ia membenci anak kecil, tapi bukan berarti tak punya rasa iba untuk membawa anak malang itu bersamanya. Mungkin semua ini adalah karma sebab setelah anak itu ada, hidup Elang menjadi berbeda. Sangat berbeda. Lantas apa yang akan dilakukannya? N: cerita ini ditulis dengan absurd dan membengekkan. Meski demikian, bukan berarti saya membiarkan oknum-oknum titisan dajjal memplagiat tulisan saya. Sekian terima Elang. Cover: painterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines