Family man

Family man

  • WpView
    Reads 16,032
  • WpVote
    Votes 1,629
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2026
Manusia favorit karina Kim minjeong and Kim minji
All Rights Reserved
#516
winrina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • 𝐃𝐢 𝐁𝐚𝐥𝐢𝐤 𝐃𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐇𝐚𝐬𝐫𝐚𝐭 [winrina]✓
  • 𝐬𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐭𝐞 '𝐠𝐞𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐧' 𝐧𝐞𝐞𝐝 𝐁𝐫𝐨𝐧𝐝𝐨𝐧𝐠 '𝐠𝐚 𝐩𝐞𝐤𝐚𝐚n✓
  • Naughty - END
  • The Last Yes!
  • JANARDANA_(winrina)
  • Not My Sugar Mommy!  (winrina || jiminjeong)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • A Million Memories || Winrina [End]
  • Nala dan Mas Juragan
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • Obsession
  • HES' A GANGSTER  [ END ]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • every Tante 'centil' gf need Brondong 'saltingan' gf✓
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • [✅] Aku Mencintai Traumaku || WINRINA

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines