Jalan Yang Membawa Kita Pulang (END)
Dana memilih pergi... bukan karena berhenti mencintai, tapi karena itu satu-satunya cara untuk melindungi.
Kirana ditinggalkan... bukan karena tidak cukup berarti, tapi karena kebenaran tidak pernah sempat dijelaskan.
Dua tahun kemudian, mereka berdiri di dunia yang berbeda.
Kirana melangkah menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, menggantikan Dana.
Dana naik jauh lebih tinggi, sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan.
Tanpa kabar.
Tanpa penjelasan.
Tanpa satu pun cara untuk kembali.
Dua tahun berlalu.
Luka tidak hilang.
Ia hanya berubah bentuk.
Hingga sebuah pertemuan yang tidak mereka rencanakan
Rakornas Kebudayaan.
Di ruangan yang sama,
di antara keputusan-keputusan besar tentang masa depan budaya,
dua orang yang pernah menjadi penting satu sama lain, akhirnya berdiri kembali, saling berhadapan.
Tapi waktu tidak pernah membawa seseorang kembali dalam keadaan yang sama.
Pertanyaannya bukan lagi:
apakah mereka masih saling mencintai.
Tapi...
apakah mereka masih tahu cara untuk pulang?