Hate Love Mix-up [Ryulnit]

Hate Love Mix-up [Ryulnit]

  • WpView
    Reads 10,975
  • WpVote
    Votes 1,207
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 13, 2026
intinya woojin yang suka banget di gangguin sama kakak kelas dan adek kelasnya. _________ B×B Gak suka pergi jauh jauh sanaa [🥇] woojinuke [21/04/2026] [🥇] woojin [24/04/2026] [🥈] louis [17/05/2026] [🥈] marnit [17/05/2026] [🥉] lngshot [22/05/2026] [🥈] Lngshot [23/05/2026] [🥇] Marnit [23/05/2026]
All Rights Reserved
#66
woojin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Friend ft. Marnit
  • Transmigrasi - Lngshot ( woojin x all )
  • DEAD HEAT. ft Marnit
  • Across the Meridian ft. Marnit
  • Neighbor's Heart ft. Marnit
  • Woojinverse
  • Game over ft. Marnit
  • please talk to me
  • woojin centric
  • Still Here ft.Marnit

Sejak hari pertama memakai seragam merah-putih sampai sekarang sudah mengenakan abu-abu di kelas XII MIPA 1, posisi Deka Radjagunawan dan Artama Fachri gak pernah berubah: setia menempati bangku pojok belakang kelas, dekat jendela. Bagi semua orang, mereka adalah paket lengkap yang gak bisa dipisahkan. Deka adalah si cowok cool berbau mahal yang selalu pasrah jadi tameng kemalasan sahabatnya. Sementara Tama adalah si cowok manis, petakilan, pemalas yang hobi nyontek tugas dan bebal kalau dilarang merokok. Dua belas tahun bersama membuat Deka hafal semua tabiat absurd Tama-dan tanpa Tama tahu, Deka juga sudah hafal bagaimana rasanya menyembunyikan detak jantung yang menggila sejak kelas 1 SMP, tepat saat Tama mengobati luka di lututnya. Namun, kenyamanan satu meja itu mendadak diuji. Kehadiran Rafa, cowok kelas sebelah yang mulai rajin menebar modus ke Tama, sukses membakar habis sumbu cemburu Deka. Frustrasi karena merasa tidak punya hak untuk melarang, Deka mengambil keputusan gila: mencoba mengubur perasaannya dan memacari Nadine, adik kelas mereka. Bukannya selesai, keputusan itu justru menjadi awal dari retaknya hubungan mereka. Bangku yang biasanya penuh tawa kini mendadak sunyi oleh perang dingin. Di antara rasa tidak rela yang perlahan menyiksa Tama, dan rasa haus akan kepemilikan yang membuat Deka hampir gila, sanggupkah meja pojok belakang itu bertahan mempertahankan dua rasa yang selama ini terpendam? -"Dua belas tahun kita duduk di meja yang sama. Tapi kenapa pas ada orang lain di antara kita, meja ini rasanya jadi jauh lebih luas daripada samudra?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines