"Kalau kita jodoh gimana?" Dulu, Yin Kaixin Moozks hanya perlu menggelengkan kepala setiap kali Sheymok B. Turner melontarkan kalimat ajaib itu. Sebagai dua anak dari keluarga kaya raya, kehidupan mereka selalu dikelilingi kemewahan, namun kedekatan merekalah yang paling berharga. Shey dengan sifatnya yang ceplas-ceplos selalu mengekspresikan kedekatan mereka dengan cara yang unik, sementara Kaixin yang irit bicara selalu menjadi penyeimbang yang tenang. Mereka adalah dua kutub berbeda yang tak terpisahkan. Namun, perpisahan demi pendidikan memaksa mereka mengambil jalan yang berbeda. Benua yang jauh sempat menghapus jejak kebersamaan mereka secara instan. Kaixin harus terbang ke China, sementara Shey melanjutkan studinya di Australia. Bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, membuat kedekatan masa kecil itu pelan-pelan bertransformasi menjadi memori. Kini, di usia 17 tahun, Shey akhirnya menginjakkan kaki kembali di Los Angeles. Kota ini masih sama-penuh lampu, pesta, dan ekspektasi tinggi dari lingkungan kelas atas mereka. Namun di balik semua kemewahan yang menyambutnya, ada satu ruang hampa di hati Shey yang belum terpenuhi. Dia menyadari satu hal: dia merindukan si pelit kata. Pertanyaannya, setelah bertahun-tahun berpisah, siapakah Yin Kaixin Moozks yang akan dia temui nanti? Apakah Kaixin masih menjadi sosok yang sama, ataukah jarak dan waktu telah mengubah mereka menjadi dua orang asing yang harus saling mengenal kembali?
More details