■ Cerita ini hanya fiktif dan karangan belaka murni imajinatif penulis sendiri. Jika ada kesamaan nama, tempat, waktu dan tokoh maka itu suatu tidak kesengajaan. Bijaklah dalam membaca. ■ ⚠️ TW [Terkhusus usia 16+ keatas! Diharapkan membaca dengan emosi dan pikiran yang stabil, sebab ada adegan yang mungkin mengganggu bagi sebagian pembaca.] ⚜ "Aku harus gimana biar kamu mau tetap di samping aku?" Keluh Alaric begitu putus asa. "Mati, Alaric. Kalau kamu mau mati bareng aku. Itu satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan biar aku bisa menetap di samping kamu," tuntut Mona dengan tatapan kosongnya. Gadis seperti Monaveen Liliana yang hidupnya begitu tenang dan normal, mendadak disuruh kedua orang tuanya untuk mencoba menggoda Pangeran Tunggal Kerajaan Herosia biar bisa dinikahkan. Alaric Altan yang disebut Pangeran Tunggal itu pun tidak menduga kedatangan Mona dalam hidupnya malah membuatnya tertuju pada masa lalu yang kelam dan suram. Alaric sudah mencoba memaksa Mona pergi dari hidupnya itu, namun terlanjur dibuat kalang kabut oleh perihal yang begitu janggal dia rasakan. Anehnya lagi, semakin dia berusaha mengusir Mona justru masalahnya bertambah rumit dan mau tak mau membuatnya ikut terikat terus dengan seorang Monaveen Liliana. Perasaannya semakin kuat dan membuatnya terobsesi dengan keberadaan Mona. Walaupun begitu, Mona sejak awal tidak pernah berniat untuk terus bersama dengannya dan jika waktu pun terulang kembali, mungkin Mona akan memilih untuk menghindari Alaric sejauh mungkin. Terjerat ke dalam genggaman Pangeran Tunggal yang problematik seperti Alaric Altan sungguh mimpi buruk terpanjang bagi Mona. Dunia politik dan kekuasaan memang selalu menyusahkan. Terpaksa untuk menjadi dewasa lebih cepat dari usia mereka, menggerogoti pikiran keduanya yang berjuang tetap waras di tengah kekacauan itu. Banyak rahasia besar yang ternyata selama ini terkubur sedemikian dalam bahkan sampai terasa tidak wajar jika rahasia tersebut tidak pernah ada.
More details