FAKE MARRIAGE
Nama Teddy Indra Wijaya identik dengan citra bersih, stabil, dan tak tersentuh isu pribadi. Karier politiknya melesat tanpa cela, hingga satu malam, sebuah tuduhan lama kembali muncul dan menyebar seperti api.
Skandal itu tak hanya mengancam posisinya, tapi juga kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasinya.
Solusinya terdengar sederhana: menikah.
Bukan karena jatuh cinta.
Bukan karena ingin membangun rumah tangga.
Tapi karena stabilitas politik membutuhkan simbol-dan simbol itu adalah seorang istri.
Anastasya Wicaksono, pengacara muda dengan reputasi tajam dan integritas yang tak mudah dibeli, tak pernah membayangkan namanya akan terikat dalam permainan kekuasaan. Ia terbiasa berdiri di sisi hukum, bukan menjadi bagian dari strategi politik.
Satu tahun pernikahan kontrak.
Tanpa cinta.
Tanpa keterlibatan emosi.
Tanpa kewajiban selain menjaga citra.
Di depan kamera, mereka pasangan sempurna.
Di balik pintu rumah dinas, mereka dua orang asing dengan batas yang jelas.
Namun kebersamaan yang seharusnya sekadar sandiwara perlahan berubah menjadi sesuatu yang tak tertulis dalam kontrak.
Dan ketika masa satu tahun itu hampir berakhir, pilihan yang mereka hadapi jauh lebih rumit dari sekadar memperpanjang atau mengakhiri perjanjian.
Karena dalam dunia yang penuh strategi, perasaan adalah hal paling berbahaya untuk dipertaruhkan.