Bentala Semu

Bentala Semu

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
Menjadi blasteran di tengah bara penjajahan bukanlah anugerah, melainkan kutukan yang terpahat di wajah. ​Bagi Semu Giri, fisik yang "setengah-setengah" adalah musibah. Rambut merah Eropa dan kulit legam pribumi menjadikannya asing di tanah sendiri-terjepit dalam krisis identitas yang menyesakkan. Saat anak-anak lain sibuk bermain, Semu justru sibuk menelan cacian yang sudah menjadi makanan sehari-hari. ​Di tengah pengasingan dunia, untungnya masih ada hangat peluk dari seorang ibu dan keluarga kecil yang mencintainya tanpa syarat. Inilah kisah perjalanan Semu Giri; dari getirnya masa kecil di dekat tangsi kumpeni, hingga pencarian jati diri yang sesungguhnya di tengah gejolak sejarah Nusantara. ​Akankah akhir hidupnya sesemu namanya? atau ia akan menemukan puncak "Giri" dalam hidupnya? ​Mari ikuti lika-liku kehidupan Semu Giri dalam menantang takdir di masa kolonial. Aku masih belum bisa deskripsiin lebih lanjut karena masih belajar, jadi baca aja ya guyss
All Rights Reserved
#1
cimahi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CRUEL DEVOTION
  • CATATAN PARTIKEL ATOM
  • Garam dan madu ( florist dan leader )
  • A LITTLE LIFE - HANYA YANAGIHARA
  • Mengenal Lebih Jauh Tentang Wattpad
  • Senja siii cegill
  • Aestheusername
  • AKSARA RINDU [REVISI]
  • CLARAYYAN (BELUM DIREVISI)
  • CreepyPasta & Urban Legend

Pengabdian penuh cinta yang justru melukai diri sendiri. . Cinta seharusnya menjadi tempat pulang, bukan ruang penghakiman. Namun bagiku, cinta lahir bersamaan dengan luka, dibungkus rapi dalam nama keluarga, diserahkan sebagai kewajiban, bukan pilihan. Aku tumbuh dengan keyakinan bahwa mengalah adalah bentuk paling suci dari kasih, dan diam adalah cara paling aman untuk tetap dicintai. Mereka menyebutnya pengorbanan. Aku menyebutnya kehilangan diri. Setiap ketidakadilan selalu punya alasan yang terdengar mulia, setiap keberpihakan selalu dibungkus kalimat "demi kebaikan bersama." Aku belajar mencintai tanpa pernah benar-benar dipilih, setia tanpa pernah diperjuangkan. Dan anehnya, aku tetap bertahan, seolah rasa sakit adalah harga yang pantas dibayar untuk sebuah pengakuan yang tak pernah datang. Cinta yang kupeluk terlalu erat berubah menjadi belenggu. Kesetiaan yang kupertahankan menjelma pisau bermata dua: melukai mereka yang kuharapkan, dan lebih kejam lagi-melukai diriku sendiri. Di sanalah aku menyadari, pengabdian yang dipaksakan tak pernah suci. Ia kejam karena menuntut segalanya, tapi tak memberi apa pun selain harapan palsu. Kini aku berdiri di batas yang tak pernah diajarkan padaku: memilih diri sendiri. Dan jika cinta harus menuntut balasan atas semua yang direnggut, maka biarlah dunia menyebutnya dendam. Aku menyebutnya keadilan. Sierra Thana Melantha.

More details
WpActionLinkContent Guidelines