We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Be My Papa

Be My Papa

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Petir menyembar diiringi angin ribut, berulang kali Chimon membenarkan payungnya dan tote bag ke bahunya, tote bag itu berisi makanan instan untuk sarapan selama seminggu. Chimon menghabiskan lebih banyak waktu di luar ketimbang rumah nya. Setiap hari Chimon bekerja dari satu tempat ke tempat lain, kurang lebih ada 4 sampai 5 tempat setiap harinya. Hal itu ia lakukan untuk melunasi hutang akibat pacar ...? Lebih tepatnya Mantan sialan yang menipunya dan membawa semua uang miliknya dan menyisakan hutang puluhan juta. Langkah kaki Chimon terhenti saat di sebuah tempat sampah terdengar suara tangisan seorang anak kecil. Bulu kuduk nya berdiri, berulang kali Chimon mengusap belakang lehernya dan kedua tangannya secara bergantian. "Papa..." tapi saat Chimon ingin berlari suara itu membuatnya sangat penasaran-- seketika rasa takutnya hilang. Perlahan tapi pasti kaki Chimon melangkah mendekati sumber suara. Dari balik kardus betapa terkejutnya Chimon melihat anak kecil meringkuk kedinginan dengan mata tertutup. "Papa..." isak tangis terdengar begitu lirih. Wajah Chimon panas, airmata menggenang ia seperti mengingat masa kecilnya dulu. Chimon menghapus airmatanya, tangannya terulur menyentuh lembut kaki anak kecil itu. "Dik.." Anak kecil itu terperanjat dan beringsut mundur dengan tubuh gemetar. "Ja-jangan.. jangan pukul aku. Aku tidak nakal." Tangan kanan Chimon menggantung di udara. Apa yang terjadi dengan anak kecil ini? Apa dia baru saja kabur dari rumah karena dipukuli? "Tidak.. Kakak tidak akan memukul mu, Kakak hanya ingin mengajak kamu pulang ke rumah Kakak. Setidaknya disana kamu tidak akan kedinginan." Wajah anak kecil itu terangkat, untuk beberapa detik terdiam menatap wajah Chimon yang tersenyum. "Papa?" "...!" Kali ini Chimon yang dibuat terkejut. "Papa?" Anak laki-laki berusia 5 tahun itu memeluk Chimon erat. Bagaimana cerita selanjutnya? Ikuti ceritanya
All Rights Reserved
#6
ssingchimon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines