• From Xl-6 •

• From Xl-6 •

  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 21, 2026
Rayna selalu percaya bahwa cinta pertama itu seperti hembusan angin sejuk di musim kemarau. Datang tanpa diundang, menyentuh hati, lalu berlalu begitu saja meninggalkan jejak rindu. Tapi untuk Rayan, teman sekelasnya di kelas XI-6, rasanya lebih dari sekadar hembusan angin. Lebih seperti badai, menghantam hatinya sejak pandangan pertama di awal tahun ajaran. Setiap pagi, di balik buku pelajaran yang terbuka, diam-diam Rayna mengamati. Mengamati senyum tipis Rayan saat berhasil mengerjakan soal matematika yang sulit, tawa renyahnya saat teman-teman melontarkan lelucon receh, atau bahkan kerutan dahinya saat ia sedang fokus menatap papan tulis. Semua detail kecil itu, Rayna simpan rapi dalam lembaran hatinya, tanpa pernah berani mengutarakannya. Karena bagi Rayna, mengagumi dalam diam itu lebih indah, lebih aman, dan tidak akan pernah menyakitkan. Sampai suatu hari, keamanan itu terusik. Namanya Gisel, teman sekelas mereka, dengan senyum manis dan tingkah yang ceria. Entah bagaimana, kehadiran Gisel seolah menjadi magnet bagi Rayan. Obrolan-obrolan kecil di sela pelajaran, tawa bersama saat istirahat, bahkan saling berbagi catatan. Pemandangan itu bagai belati tumpul yang perlahan mengiris hati Rayna. Sakit, perih, dan ada rasa cemburu yang membara. Tapi lagi-lagi, ia hanya bisa memendamnya. Karena, bukankah mengutarakan rasa itu berarti siap kehilangan segalanya? JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA, KARNA ITU PUN SUDAH TERMASUK CARA UNTUK MENGHARGAI KARYA SESEORANG! MOHON MAAF JIKA ADA KATA KATA YANG KURANG BERKENAN KARNA INI KARYA PERTAMA SAYA FOLLOW SEBELUM BACA YA TEMAN TEMAN Awal: 21 April 2026 Akhir: -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan