Di antara bunga-bunga yang mekar diam-diam, perempuan menuliskan dirinya dalam sunyi. Ia bukan sekadar nama, bukan sekadar cerita-ia adalah rasa yang tumbuh, luka yang belajar sembuh, dan harapan yang tak pernah benar-benar padam.
Melalui kata, perempuan menemukan suara. Melalui puisi, ia mengabadikan jejak langkahnya-tentang cinta, perjuangan, dan mimpi yang tak selalu mudah dijelaskan.
Di tanah Jambi, langkah-langkah itu dipertemukan dalam satu ruang bernama Wanita Penulis Indonesia (WPI). Sebuah wadah yang bukan hanya menyatukan, tetapi juga menguatkan. Di sini, perempuan saling merangkul lewat aksara, saling menghidupkan semangat, dan bersama menyalakan cahaya literasi.
Karena bagi perempuan, menulis bukan sekadar merangkai kata-melainkan cara untuk tetap ada, tetap bersuara, dan tetap berarti.
Dan puisi... adalah cara paling jujur untuk pulang pada diri sendiri.
All Rights Reserved