Tokyo menyimpan berat yang tidak kasatmata. Setiap stasiun, setiap persimpangan, setiap gedung perkantoran menyimpan emosi jutaan orang yang menumpuk pelan-pelan di udara. Kebanyakan orang tidak merasakannya. Kazuya Minase, 17 tahun, tidak punya pilihan selain merasakannya setiap detik.
Tubuhnya menyerap semua itu. Bukan metafora. Bukan kiasan. Secara harfiah, dengan konsekuensi fisik yang membosankan dan menyiksa sekaligus.
Selama bertahun-tahun, Kazuya bertahan karena ada Shun sahabat yang selalu membantunya saat dia pingsan dan tahu persis obat mana yang harus diminum. Rahasia itu berjalan rapi. Sampai Mura Hanazaki, teman sekelasnya, mulai ikut campur. Hanazaki adalah tipe orang yang menolak percaya setiap kali Kazuya memaksakan senyum dan bilang "aku nggak apa-apa."
Tapi kekuatan yang tidak pernah dia minta tidak datang tanpa harga. Dan harganya sudah lama menumpuk diam-diam, jauh sebelum Kazuya menyadarinya.
All Rights Reserved