Kadang, yang paling sulit bukan jatuh cinta-tapi memahami perasaan yang tidak pernah benar-benar diucapkan.
Carmenita Fiandi-atau Carmen di sekolah, Fia di rumah-menjalani hidupnya dengan sederhana: siaran radio, kerja part-time, dan hari-hari hangat bersama neneknya. Sampai dua orang masuk ke dalam dunianya-Kelana Adhyaksara, tetangga baru yang menyebalkan tapi selalu kembali, dan Nakara Wijaya, ketua OSIS yang hangat dan selalu ada.
Tiga orang. Satu garis pertemanan yang terasa aman-sampai perasaan mulai tumbuh... dan tidak lagi seimbang.
Di antara tawa, diam, dan hal-hal kecil yang tidak pernah diucapkan, mereka belajar bahwa tidak semua yang dekat benar-benar saling memahami.
Saat jarak, mimpi, dan pilihan hidup mulai memisahkan mereka, satu pertanyaan tersisa: Apakah "rumah" adalah tempat kita kembali-atau seseorang yang kita pilih untuk tetap tinggal?
Friend Line adalah cerita tentang cinta yang datang diam-diam, tentang kehilangan yang tidak selalu terasa keras, dan tentang keberanian untuk memilih-meski itu berarti melepaskan.
All Rights Reserved