DENDAM DI UJUNG PENA

DENDAM DI UJUNG PENA

  • WpView
    Dibaca 136
  • WpVote
    Vote 58
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadLengkap Rab, Mei 13, 2026
WpInfo
Fiksi
Horor
Aksi dan Thriller
Misteri
Manusia tak pernah benar-benar mengerti apa itu dendam. Bukan sekadar keinginan untuk membalas, tapi sesuatu yang lebih gelap, sesuatu yang menuntut nyawa. Sebuah kehausan akan darah, lahir dari arwah yang seharusnya tetap diam, tak pernah dibangkitkan kembali. Namun, demi satu hal bernama balas dendam, batas itu dilanggar. Orang-orang hanya tahu satu tujuan: dendam harus terbalaskan. Mereka ingin melihat orang yang mereka benci menderita, tersiksa, hingga tak bersisa. Dalam keinginan itu, mata mereka perlahan tertutup, buta akan harga yang harus dibayar. Tak ada yang benar-benar peduli pada akibatnya. Tak banyak pula yang tahu kejadian-kejadian seperti ini pernah terjadi. Tapi mereka yang pernah melihatnya... yang menyaksikan sendiri kengerian itu, hanya bisa berharap satu hal semoga semuanya tak pernah terulang lagi. Dendam Di Ujung Pena
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Panca dan Tiga Gadis Tangguh
  • Ipa Dua
  • Menata Hidup dengan Menata Keuangan
  • Halcyon
  • About You Dandelion
  • How To Fix Everything [COMPLETED]
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • I'm Not The One ✓
  • 8 Menit
  • Sisa-sisa Senja (FINISHED)

Anna menatap wajah Ayahnya. Meskipun samar, dia bisa melihat sorot mata pria itu. Ada sesuatu yang dipikirkan orang itu. Tapi, Anna tidak tahu sebelum dia tahu apa yang terjadi. "Apa yang sebenarnya terjadi?" "Nanti kita bicara, kejar dia Anna. Beritahu centeng-centeng ... dan polisi perkebunan ...." "Ya ... baiklah." Anna bergegas meninggalkan kamar orang tuanya. Dia berhenti ketika sampai di depan pintu. Gadis itu membalikan badan. Dia melihat senapan yang tergantung di dinding. Dengan gaun yang terciprat darah, Anna berusaha berjalan lebih cepat. Dia mengangkat gaun tidurnya hingga ke lutut. Senapan di dinding diambil kemudian dengan kedua tangannya. Dengan senapan di tangan, Anna berlari keluar melalui pintu belakang. Astaga! Anna kaget ketika mendapati seorang penjaga sedang bergumul dengan pria berpakaian serba hitam. ------------------------------------ Anna, Pratiwi dan A Ling terlibat dalam usaha pencarian pencuri surat berharga milik Tuan Eijkman. Ketiga gadis itu memiliki peran dalam menentukan masa depan orang-orang terdekatnya. Di serial ini, Panca dan tiga gadis tangguh itu harus berhadapan dengan orang-orang yang mencoba mencelakai mereka. Mampukah mereka melewati setiap rintangan yang dihadapi? ---------------------------------- Masih berlatar masa Hindia Belanda sekitar akhir abad ke-19, cerita kali ini membawa kita pada masa dimana tanah Jawa masih dilingkupi berbagai budaya yang sangat beragam dan bertolak belakang. Orang Eropa dan orang pribumi memiliki adat yang sama sekali berbeda. Mulai dari cara mereka berpakaian hingga gaya hidupnya yang lebih luas. --------------------------------- Terimakasih sudah membaca, berkomentar serta memberi tanda bintang. 🙏

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan