Dusta Yang Tak Bertepi

Dusta Yang Tak Bertepi

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 22, 2026
Bagaimana rasanya saat tubuhmu sedang berjuang melawan sakit, namun hatimu justru dihantam kenyataan yang lebih mematikan? Bagi Lara , dua minggu dalam balutan demam adalah neraka yang nyata. Bukan karena penyakitnya, tapi karena ia harus menyaksikan janji suaminya luruh di jalanan bersama wanita lain. Pengkhianatan itu semakin sempurna saat sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya, memamerkan keintiman sang suami dengan sang "pelakor" tepat di saat Lara tak berdaya. Di antara aroma obat dan pelembut pakaian, Lara harus memilih: hancur menjadi debu, atau mengubah air matanya menjadi tinta yang tajam. Ini bukan sekadar cerita tentang pengkhianatan, tapi tentang bagaimana seorang wanita mengambil kembali pena takdirnya dan membuktikan bahwa harga diri tak bisa dibeli dengan permohonan maaf yang murah.
All Rights Reserved
#22
istrisah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Salah Cintanya
  • Persinggahan Singkat (TAMAT)
  • BROWNIES: Love You Berry Much
  • The Stepmother (Tamat-Cerita Lengkap Ada Di PDF)
  • FOTO MESRA SUAMIKU DENGAN WANITA LAIN(selesai)
  • RICH FOR SALE
  • Kita yang Bertahan
  • Bukan suami impian ✔
  • Pesawat Kertas
  • DEADLINE CINTA

Dhiajeng Kinasih selalu berpikir hidupnya sudah sempurna. Putri seorang Menteri Pertahanan, cucu mantan Wakil Presiden, dan perempuan yang mencintai satu laki-laki sejak masa SMA-Tribrata Nayadharma. Dia mencintainya tanpa setengah-setengah. Bahkan sampai melakukan hal yang seharusnya tidak pernah dia lakukan hanya agar laki-laki itu bisa berdiri lebih tinggi meraih mimpinya. Dhia pikir itu cinta. Sampai malam itu saat dia mendengar sendiri bagaimana dirinya dibicarakan oleh seorang yang sangat dicintainya, bukan sebagai perempuan yang berharga tapi sebagai pijakan. Sebagai sesuatu yang hanya dimanfaatkan. Hancur, iya. Dan karena itu Dhia memilih pergi. Jauh dari dunia yang membesarkan namanya. Jauh dari laki-laki yang pernah jadi segalanya. Di tempat asing yang tidak mengenal siapa dia, Dhia mulai membangun ulang dirinya. Dan di sana dia bertemu seseorang yang sama sekali tidak peduli dengan nama besarnya. Seseorang yang tidak butuh dia sebagai Putri Arya Mahendra Adiningrat yang berkuasa. Seseorang yang tidak akan pernah menggunakan dia. Masalahnya laki-laki itu adalah orang yang seharusnya paling tidak bisa dia cintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines