We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tumbuh Dengan Luka

Tumbuh Dengan Luka

  • WpView
    Reads 44,286
  • WpVote
    Votes 2,418
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 17 hours ago
WpInfo
Non-Fiction
Recommendations
Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAHAR
  • Monokrom [Too Good At Goodbyes] [Brothership - END]
  • Rumah untuk Janu
  • Hasya Juga Anak Kalian [HIATUS]
  • Anak Tengah yang Terlupakan
  • Rayn After Rain
  • Lentera yang Padam di sudut Rumah
  • Way Back Home? [ END ]
  • Sejenak Luka
  • Galen's Shadow || Park Jongseong [Revisi]
GAHAR

kalaupun nanti apa yang kamu harapkan tidak kunjung datang, sebagai manusia kita bisa berbuat apa lagi jika bukan hanya bersyukur? Karena sebenarnya Tuhan lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Namun, untuk bertemu dengan sang mamah apa bukan yang terbaik?- #GaharJayantakaDiaksa Ternyata tidak ada yang lebih harmonis dari pada Tuhan kepada hambanya. Satu hal yang sangat di syukuri, di saat kehilangan membuatnya rapuh. Tuhan membuatnya merasakan keharmonisan yang tiada tandingannya. #HirakaSebastianAminata 20 Mei 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines