Hakim Malam

Hakim Malam

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2026
Cerita ini mengikuti Damar, seorang anak yang kehilangan ibunya dalam kematian misterius dan ayahnya yang menghilang saat mencari kebenaran. Trauma itu membentuk keyakinannya bahwa keadilan harus ditegakkan. Saat dewasa, ia memilih menjadi pengacara untuk memperjuangkan kebenaran melalui jalur hukum. Namun, ketika ia menghadapi kasus yang mempertemukan rakyat kecil dengan kekuasaan, Damar justru dikhianati oleh sistem yang ia percaya. Kekalahan itu menghancurkan idealismenya, dan memaksanya mempertanyakan satu hal. Apakah hukum benar-benar bisa menghadirkan keadilan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • Heyu : Second Gear
  • Heir Without Blood
  • NISKALA : Terikat Takdir yang sama | S1-S2 (On Going)
  • perjalanan 7 laki-laki kebanggaan Army
  • THE OTHER WAY
  • SWITCH
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Runaway From My Grand Duke!

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines