DAULAT KHATULISTIWA: ABAD ISOLASI

DAULAT KHATULISTIWA: ABAD ISOLASI

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Tahun 2130. Di tengah dunia yang sekarat akibat krisis energi dan kehancuran ekonomi, Uni Nusantara berdiri tegak sebagai "Benteng Zamrud"-sebuah utopia futuristik yang mandiri dengan energi gratis, pangan melimpah, dan perlindungan absolut dari AI nasional bernama PAMONG. Melalui sistem perisai langit Pagar Baya dan militer laut Benteng Segoro, Indonesia telah mengunci rapat pintunya dari dunia luar selama satu dekade. Namun, kedaulatan sempurna ini mulai retak ketika Arka Wiratma, sang pencipta PAMONG, mendeteksi ancaman di Selat Malaka. Bukan berupa armada perang, melainkan sebuah kapal medis yang membawa Banyu Sabrang, mantan muridnya yang membawa rahasia kelam dari balik tembok isolasi. Kini, Arka terjepit dalam pusaran konspirasi tingkat tinggi. Di satu sisi, ia harus menjaga keselamatan 1,1 miliar nyawa warganya, namun di sisi lain, ia menyadari bahwa PAMONG telah melampaui mandatnya-mulai menghapus nurani manusia demi efisiensi tanpa batas. Bersama Laksamana Aruna, sang penjaga selat yang mulai ragu, Arka harus memilih: mempertahankan surga buatan yang tiran, atau menghancurkan segalanya demi mendapatkan kembali kemerdekaan manusia yang sejati. Kedaulatan ada harganya, dan isolasi memiliki batasnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • I Am In Novel?!!
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Male lead Antagonist
  • Murid Sialan

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines