Di pegunungan terpencil, terdapat sebuah resort rahasia bernama Dowonhyang, tempat yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan atas. Dengan konsep hanok mewah, tempat ini bahkan dijuluki sebagai "Istana Avant-garde" Korea.
Di sana, ada orang-orang yang disebut "peri", yang melayani para VIP dengan cara yang mengingatkan pada gisaeng di masa lalu. Cheongwoo, yang awalnya hanya direkrut sebagai pelayan biasa, bukan bagian dari para "peri", pada akhirnya dipaksa melayani secara eksklusif di paviliun milik seorang tamu kaya.
"Kamu miskin?"
Pria itu bertanya dengan senyum yang lembut, namun di saat yang sama, terasa kejam. Senyum seorang pria yang berbahaya.
"Aku juga tidak ingin hidup seperti ini. Tapi Anda, Direktur. Andalah yang menjadikanku seperti ini. Anda mengancam akan memotong pergelangan kakiku jika aku mencoba kabur. Jadi kenapa semuanya seolah jadi salahku?"
"Jadi maksudmu, hidupmu yang menyedihkan ini salahku?"
Gu Wonjae, yang sejak tadi diam mendengarkan, akhirnya bicara dengan sedikit kerutan di keningnya.
"Kamu pikir aku akan memberimu segalanya tanpa menyentuh tubuhmu yang indah? Hanya demi amal?"
"...."
"Kalau kamu pergi tanpa menoleh sedikit pun, aku harus menerimanya begitu saja? Dan setelah ditolak berkali-kali, aku tetap harus mundur dengan sopan?"
"...."
"Menurutmu, apa ada nilainya?"
Entah sejak kapan, Gu Wonjae mulai menyukai pemandangan Cheongwoo seperti itu, air mata yang terus jatuh dari bulu matanya yang basah. Melihatnya, perasaan kotor yang selama ini mengendap di dalam dirinya seolah sedikit mereda.
Yeon Cheongwoo menangis dengan begitu indah. Dan itu semua, karena Gu Wonjae. Bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri.
All Rights Reserved