Commilitones: Two Anchors, No Throne

Commilitones: Two Anchors, No Throne

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
WpInfo
Fanfic
TREASURE
Self-Insert / Imagines
Historical
LGBTQIA+
Commilitones artinya teman seperjuangan atau saudara se-senjata. Bukan sekedar ikatan yang mudah terputus setelah satu peristiwa terjadi, tapi ikatan yang hadir karena setiap orang paham arti mereka untuk satu sama lain. Aeslen mengerti jika Evren bukan sekedar penjaga yang patuh, dan Evren pun tau jika pangeran keras kepala itu bukan sekedar orang yang muak pada tahta. Dibalik tuntutan para dewan, diantara batas tipis antara mengorbankan dan dikorbankan, juga diatas perasaan yang tumbuh tanpa diminta, mereka memilih satu hal. Tetap Hidup. Jangan Mati. Di bawah atap Kerajaan Vynera yang tak memberi ruang untuk romansa, di bawah bayang-bayang sang Naga, Aeslen dan Evren memilih berdiri tegak, kepayahan, tapi tak pernah mau melepas tautan tangan.
All Rights Reserved
#53
hwankyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Given || Ju Jihoon
  • The King & The Doctor ✓
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • I Want to Live [END]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines