Di Desa Wanasari

Di Desa Wanasari

  • WpView
    Membaca 178
  • WpVote
    Vote 21
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 24, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Keisha Anindya tidak pernah membayangkan hidupnya akan berakhir di sebuah desa terpencil bernama Wanasari. Sebagai dokter muda dari kota besar, ia terbiasa dengan segala hal yang cepat, rapi, dan teratur. Namun penugasannya di puskesmas desa itu mengubah semuanya fasilitas terbatas, ritme hidup lambat, dan pandangan orang-orang yang tak pernah lepas darinya. Di desa itu, ia bertemu Raka Mahendra. Tinggi, dingin, dan terlalu tenang untuk ukuran seorang pria desa. Raka adalah anak juragan beras, lulusan agribisnis, yang memilih tinggal di sawah daripada mengejar hidup kota. Sosoknya membuat Keisha bingung terlalu asing, tapi selalu muncul di saat yang tak terduga. Namun di desa kecil itu, tidak ada yang benar-benar tersembunyi. Tatapan mereka mulai jadi bahan pembicaraan. Nama mereka mulai disandingkan dalam bisik-bisik warga. Dan tanpa disadari, jarak yang seharusnya menjaga justru perlahan runtuh. Di antara sawah, puskesmas kecil, dan suara gosip yang tak pernah berhenti, Keisha dan Raka dipaksa menghadapi satu hal yang tidak pernah mereka rencanakan, perasaan yang tumbuh diam-diam... di tempat yang paling tak mereka duga.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#455
rumahtangga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan