Lilly Agatha (23) adalah definisi nyata dari "spesies" introvert akut. Baginya, kebahagiaan sesederhana pojok kafe yang sepi, segelas Americano, dan playlist lagu Day6 yang menemaninya bergelut dengan revisi skripsi. Dunianya hanya berputar di antara imajinasi tentang idola Korea dan usahanya untuk lulus tepat waktu agar bisa segera "bebas" dari tuntutan akademis.
Namun, ketenangan Lilly terusik saat seorang pria asing tiba-tiba menginvasi meja favoritnya. Adrian William (34), seorang Direktur Utama perusahaan manufaktur yang hidupnya serba tertata, kaku, dan penuh dengan laporan angka. Adrian adalah pria yang tidak punya waktu untuk omong kosong, apalagi untuk lagu-lagu galau yang volumenya bocor sampai keluar headphone.
Berawal dari teguran ketus soal volume musik dan kritik tajam mengenai teori sosiolinguistik, pertemuan yang tidak terduga itu justru berlanjut menjadi rutinitas yang membingungkan. Bagi Lilly, Adrian adalah "om-om" menyebalkan yang usianya hampir sebaya dengan kakak sulungnya. Bagi Adrian, Lilly adalah anomali menarik yang membuatnya rela mengabaikan rapat penting demi melihat wajah frustrasi gadis itu saat membaca buku sastra berat.
Di antara jarak usia sebelas tahun, karakter yang bertolak belakang, dan dunia yang jauh berbeda, mereka mulai menemukan satu frekuensi yang sama. Namun, mampukah Lilly keluar dari zona nyamannya ketika realita cinta ternyata tidak seindah drama Korea? Dan sanggupkah Adrian menurunkan egonya untuk masuk ke dalam dunia Lilly yang penuh warna dan kejutan?
"Mas tahu nggak? Sebelas tahun itu jauh. Pas aku baru belajar baca, Mas mungkin sudah sibuk mikirin cara cari uang."
"Justru karena sejauh itu, Lilly... saya jadi punya lebih banyak waktu untuk memastikan, kalau saat kamu akhirnya dewasa, saya adalah orang pertama yang ada di depanmu."
*****
Mau tau kelanjutan dari kisah mereka berdua gimana? Cus langsung aja dibaca jangan lupa dimasukin ke perpus kamu ya! See yaa.
All Rights Reserved