CRUSH.ED

CRUSH.ED

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Arthur, Lusi hanyalah gangguan bising yang harus segera ia enyahkan dari hidupnya yang sempurna. Ia tidak butuh perhatian Lusi, apalagi cinta yang menggebu-gebu itu. Namun, di balik kata-kata tajam dan tatapan dinginnya, tembok pertahanan Arthur mulai retak saat ia menyadari bahwa Lusi adalah satu-satunya orang yang berani melihat sisi rapuhnya. Di sisi lain, Raka sudah cukup sabar melihat gadis yang ia cintai sejak kecil terus-menerus mengemis perhatian pada cowok yang hanya bisa menyakiti. Raka memutuskan berhenti menjadi "pelabuhan cadangan" dan mulai menunjukkan bahwa ia siap melakukan apa pun untuk merebut Lusi kembali. Saat Arthur mulai terjebak dalam rasa tsundere-nya sendiri dan Raka mulai bermain agresif, Lusi harus memilih: Bertahan mengejar es yang mulai mencair, atau berbalik arah kepada api yang selalu menghangatkan? Satu hal yang pasti, di antara cinta dan harga diri, seseorang akan berakhir dengan hati yang patah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines