Helo, Mas Laut

Helo, Mas Laut

  • WpView
    Membaca 62
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 1, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Lianka tidak pernah benar-benar selesai dengan masa lalunya. Ia masih mencintai pria yang dulu terpaksa ia lepaskan hubungan mereka tidak di restui oleh keluarga Kekasihnya dan dia direndahkan karena ekonomi. Perpisahan itu meninggalkan luka yang mendalam terutama rasa sakit terhadap keluarga pria yang telah menghancurkan masa depan yang pernah mereka rencanakan bersama. Waktu berlalu, tetapi perasaan Lianka tetap sama. Ia mencoba melanjutkan hidup, namun bayang-bayang cinta itu selalu kembali, diam-diam menetap di hatinya. Hingga akhirnya, Lianka memutuskan untuk berhenti lari. Ia datang kembali, bukan untuk sekadar mengenang, melainkan untuk menagih janji yang pernah diucapkan oleh pria yang masih ia cintai janji tentang masa depan, tentang pernikahan, tentang mereka. Namun, pertemuan itu tidak hanya membawa kembali cinta yang belum usai, tetapi juga membuka luka lama yang selama ini ia pendam. Di satu sisi, Lianka masih menginginkan pria itu. Di sisi lain, ia belum bisa melupakan bagaimana keluarganya pernah merendahkan dan melukai harga dirinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#758
pengacara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan