THE LAST ORBIT [CORTIS]

THE LAST ORBIT [CORTIS]

  • WpView
    Leituras 2,831
  • WpVote
    Votos 276
  • WpPart
    Capítulos 32
WpMetadataReadConcluída sex, ago 7, 2026
WpInfo
Ficção
Fantasia
"Pernahkah kamu merasa merindukan seseorang yang wajahnya bahkan tidak bisa kamu ingat?" Di Centauri Academy, memori adalah mata uang yang paling mahal. Saat lonceng menara berdentang dua belas kali, dunia tidak hanya berganti hari-ia berganti realitas. Kelano terbangun dengan rasa sesak yang luar biasa di dadanya. Ada kursi kosong di sebelahnya saat upacara kelulusan. Ada satu piring ekstra yang dipesan di kantin secara tidak sadar. Ada sebuah nama yang terasa sangat akrab di ujung lidahnya, namun setiap kali ia mencoba mengucapkannya, semesta seolah membungkamnya dengan dengung statis yang menyakitkan. Dia tahu ada yang hilang. Seseorang yang sangat penting. Seseorang yang merupakan pusat dari dunianya. "Jangan lupa. Kumohon, jangan lupakan aku.
Todos os Direitos Reservados
#984
seonghyeon
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (END)
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • The Silent Bloom [END]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo