Almost the One
Bagi Sena, nama "Bintang" adalah sebuah kutukan alam semesta.
Gara-gara cowok yang hobinya tidur di pojok kelas dan bolos upacara itu, Sena harus puas menyandang gelar sebagai "Si Juara Dua Abadi". Wakil ketua kelas, peringkat dua paralel, bahkan saat lomba makan kerupuk pas perayaan 17 Agustus-an pun, Sena tetap mentok di posisi runner-up. Bintang selalu menjadi matahari utama yang merebut semua emas, sementara Sena terpaksa tersisih di bawah bayang-bayang perak.
Lelah karena hidupnya selalu berjarak kurang satu persen dari kata sempurna, Sena akhirnya meluncurkan "Buku Agenda Kudeta" berisi 101 rencana sabotase rahasia untuk membuat Bintang turun takhta. Mulai dari menukar isi tempat pensilnya dengan ranting pohon, sampai pura-pura menabraknya di koridor biar cowok itu telat ujian.
Namun, bukannya tumbang, Bintang justru selalu selangkah di depan. Setiap kali rencana Sena berjalan, cowok bermuka lempeng itu hanya akan menatapnya malas sambil berbisik, "Kurang rapi mainnya, Sen. Mau gue ajarin?"
Saat ambisi mengalahkan rival berubah menjadi rutinitas yang bikin baper, Sena tersadar akan satu hal yang lebih mengerikan dari sekadar kalah peringkat: bagaimana jika selama ini Bintang sengaja tetap berada di nomor satu, hanya agar Sena tidak pernah berhenti mengejarnya?
©2026 by @eyesours [Revisi setelah tamat]