SATU ARAH
"seenggaknya gue bisa liat lo bahagia caa", ara
# prolog
kata orang, masa sekolah adalah masa yang paling indah.
masa di mana pertemanan terasa sederhana, tawa terdengar lebih lepas, dan masa depan masih terlihat jauh di depan sana.
ara tidak pernah benar-benar percaya pada kalimat itu.
baginya, sekolah hanyalah tempat untuk belajar, bertemu teman, lalu pulang.
tidak lebih.
setidaknya sebelum seorang perempuan bernama aca hadir dalam hidupnya.
awalnya semua terasa biasa saja.
pertemuan-pertemuan kecil yang tidak sengaja.
percakapan sederhana yang dimulai dari candaan receh.
hingga perlahan, tanpa mereka sadari, keduanya menjadi bagian penting dalam hidup satu sama lain.
namun hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan.
di balik tawa yang mereka bagi, ada luka yang menunggu.
ada pengkhianatan yang akan menghancurkan kepercayaan.
ada air mata yang akan jatuh di waktu yang tidak tepat.
dan ada pilihan-pilihan sulit yang memaksa mereka tumbuh lebih cepat dari seharusnya.
karena terkadang, orang yang datang untuk menyembuhkan luka kita justru menjadi alasan terbesar mengapa kita takut kehilangan.
ini bukan cerita tentang cinta yang sempurna.
bukan juga kisah tentang dua orang yang selalu berhasil melawan dunia.
ini adalah cerita tentang pertemuan.
tentang keberanian untuk mencintai.
tentang kehilangan.
dan tentang dua perempuan yang pernah menemukan rumah dalam diri satu sama lain.
sebelum akhirnya waktu meminta mereka untuk berjalan ke arah yang berbeda.
dan mungkin...
itulah alasan mengapa beberapa kenangan tidak pernah benar-benar pergi.
karena meskipun seseorang tidak lagi berada di samping kita, sebagian dari dirinya akan selalu tinggal di dalam hati.
selamanya.