Musim Hujan di Bulan Juni

Musim Hujan di Bulan Juni

  • WpView
    Reads 4,438
  • WpVote
    Votes 737
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2026
Katanya, Juni lagi bukan musim hujan. Katanya, rumah yang isinya lima cowo itu ngga butuh anak perempuan. Ayasha datang di dua "katanya" itu. Umur 15, dari panti, dititipin ke papah Bian - duda dengan empat anak laki-laki yang lupa caranya jadi hangat. Ga ada yang minta Ayasha datang. Ga ada yang tau caranya nerima. Tapi rumah itu mulai berubah. Pelan. Diam-diam. Ada yang mulai khawatir. Ada yang belajar pelan-pelan... bahwa jadi keluarga itu nggak perlu sedarah. Cukup sekamar, se-meja makan, dan seketika ngga rela kalau satu orang ngga ada. Juni nggak seharusnya hujan. Tapi sejak Ayasha tinggal di sana, rumah itu belajar basah. Basah oleh hal-hal yang nggak pernah mereka ucapin. Ini cerita tentang lima cowo yang nyoba tetap asing, dan satu cewek yang tanpa sengaja ngajarin mereka pulang. Karena rumah bukan tentang siapa yang paling dulu tinggal, tapi siapa yang paling nggak mau pergi.
All Rights Reserved
#324
carmen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halo, Kanael!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Trouble Maker
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Target Si Supir
  • ELIAN ✓
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • Auto Save!

Kecelakaan tragis sembilan tahun lalu telah merenggut paksa dunia Kanael, hanya menyisakan raga yang tumbuh dengan jiwa yang terperangkap di usia balita. Bertahun-tahun Kanael hidup sebagai bayangan di rumahnya sendiri. Menjadi pelampiasan amarah yang tak berujung, dan dianggap tak lebih berharga dari sekadar beban. Di rumah itu, Kanael belajar bahwa keluarga adalah awal dari rasa sakit. Namun, saat Kanael pikir dunia benar-benar telah berakhir, ia justru menemukan rumah yang sesungguhnya. Tempat di mana Kanael tak perlu lagi meringkuk gemetar di kolong tempat tidur yang dingin dan kotor. Tempat di mana rasa sakitnya tak lagi harus ditanggung dalam diam. Sebab di sana, ada tangan-tangan hangat yang bersedia mendekap kerapuhannya. Kanael menemukan keluarga yang tak akan melepaskan genggamannya, meski dunia terasa terlalu bising. TW: child abuse, family trauma, PTSD/trauma response, family conflict, healing journey. [Start: 27 April 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines