Takdir di atas kanvas merah

Takdir di atas kanvas merah

  • WpView
    Reads 740
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2026
XingQiu. BL. Mpreg Qiu adalah seniman yang perfeksionis, amat sangat, sampai ia rela mengorbankan darahnya dan meritualkan agar memiliki 'Merah' yang sempurna. Xing merupakan dewa yang bersemayam di antara dua gunung di desa Nebel. Ritual konyol mengotori hutan kesayangannya. Ia hanya berniat menakuti. Karena penduduk lokal sudah paham bahwa dewa mereka tidak menyukai hal yang berantakan. Namun, takdir dan siasat menyatukan mereka berdua.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LONCENG YANG RETAK
  • Penyesalan Xingqiu
  • Gong's Furen
  • A Xing With His Love.  (XingQiu.)
  • Forget Me Not [LICHEN]
  • Merman [SasuNaru]
  • DESIDERIUM
  • One Dao (satu jalan kultivasi yang ditempuh bersama)
  • selir ✔️
  • Love and War -Vampire Era- TAMAT

"Setelah seratus tahun kesepian yang membosankan," suara MingHao terdengar rendah, seperti getaran harpa yang rusak namun indah. "Mereka mengirimkan seorang anak manis dengan lonceng yang berisik." "Hou MingHao, segelmu telah melemah. Aku di sini untuk mengembalikanmu ke dalam kegelapan yang seharusnya menjadi tempatmu." "Kau sangat cantik untuk seseorang yang membawa maut," bisik MingHao, jarinya mengusap bibir bawah Jia Rui dengan lembut, seolah sedang membelai kelopak bunga yang rapuh. "Bibirmu gemetar, Pengusir Setan kecil. Apakah itu karena takut... atau karena kau menyadari betapa indahnya kehancuran yang aku tawarkan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines