Bela adalah definisi kelembutan. Ia selalu mengira pernikahan adalah pelabuhan tenang. Namun, setelah dijodohkan demi ambisi perusahaan keluarga, Bela sadar ia tidak sedang menikah-ia sedang menyerahkan nyawanya ke dalam sangkar emas yang mematikan. Menikah dengan Brian bukan pilihannya, melainkan tumbal demi kekuasaan bisnis kedua orang tua mereka.
Meski tanpa cinta, Bela berjanji untuk menjadi istri yang baik. Ia menyiapkan kopi dengan takaran pas, merapikan kemeja tanpa kerutan, dan memberikan pengabdian tanpa tapi. Namun, di rumah megah itu, Bela tidak menemukan surga. Ia justru terjebak dalam labirin manipulasi suaminya sendiri.
"Kamu yang salah dengar, Bela. Jangan buat aku terlihat jahat hanya karena otakmu yang lambat."
Setiap hari, mental Bela dikuliti perlahan. Brian tidak menggunakan kekerasan fisik, tapi kata-katanya adalah belati yang lebih tajam dari apa pun. Bela dibuat percaya bahwa dia adalah wanita paling tidak berguna, dan hanya Brian-lah yang sudi "menampungnya".
Mampukah Bela sadar bahwa dirinya tidak bersalah? Ataukah dia akan terus tenggelam dalam manipulasi sampai identitas dirinya benar-benar hilang?
"Karena di rumah ini, tidak ada kebenaran. Yang ada hanyalah kata-kata Brian
Todos los derechos reservados