Labyrinth Kata

Labyrinth Kata

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2026
Bela adalah definisi kelembutan. Ia selalu mengira pernikahan adalah pelabuhan tenang. Namun, setelah dijodohkan demi ambisi perusahaan keluarga, Bela sadar ia tidak sedang menikah-ia sedang menyerahkan nyawanya ke dalam sangkar emas yang mematikan. Menikah dengan Brian bukan pilihannya, melainkan tumbal demi kekuasaan bisnis kedua orang tua mereka. Meski tanpa cinta, Bela berjanji untuk menjadi istri yang baik. Ia menyiapkan kopi dengan takaran pas, merapikan kemeja tanpa kerutan, dan memberikan pengabdian tanpa tapi. Namun, di rumah megah itu, Bela tidak menemukan surga. Ia justru terjebak dalam labirin manipulasi suaminya sendiri. "Kamu yang salah dengar, Bela. Jangan buat aku terlihat jahat hanya karena otakmu yang lambat." Setiap hari, mental Bela dikuliti perlahan. Brian tidak menggunakan kekerasan fisik, tapi kata-katanya adalah belati yang lebih tajam dari apa pun. Bela dibuat percaya bahwa dia adalah wanita paling tidak berguna, dan hanya Brian-lah yang sudi "menampungnya". Mampukah Bela sadar bahwa dirinya tidak bersalah? Ataukah dia akan terus tenggelam dalam manipulasi sampai identitas dirinya benar-benar hilang? "Karena di rumah ini, tidak ada kebenaran. Yang ada hanyalah kata-kata Brian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heir Without Blood
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Force to Marry the Devil
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • S Di Antara Dua N
  • Help, I'm a Zombie!
  • Married Secret (Fattqeel)
  • SWITCH

SON OBSES DADDY "Ikuti aku dan jadilah anakku" Di dunia yang dibangun oleh kekuasaan dan darah, nama lebih berarti daripada belas kasihan. Darion Raze Virelli adalah pria yang tidak pernah percaya pada keluarga, hanya pada kekuasaan dan kendali. Dunia bawah mengenalnya sebagai sosok dingin tanpa kelemahan. Sampai suatu malam, ia membawa pulang seorang anak yang seharusnya ia abaikan. "Untuk apa aku harus ikut dengan pembunuh sepertimu?" Rafael, satu-satunya orang yang ia izinkan menyandang nama Varelli. "Setidaknya hidup dengan pembunuh lebih baik daripada hidup di lingkungan pembunuh" . . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines