The Shape of Home

The Shape of Home

  • WpView
    Reads 744
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 20, 2026
WpInfo
Fanfic
Kpop
Rumah itu awalnya hanya tempat singgah bagi empat anak yang tidak saling mengenal. Harlan mencoba menjaga semuanya tetap utuh. Jio mengisi rumah dengan suara dan tawa. Jayandra memilih membangun jarak. Dan Jena... perlahan mengubah segalanya tanpa sadar. Di antara hujan, kehilangan, dan makan malam yang terasa terlalu sunyi, mereka belajar menjadi keluarga. Sampai sebuah perasaan tumbuh di tempat yang seharusnya tidak pernah memilikinya. Karena terkadang... rumah tidak hancur saat seseorang pergi. Tapi saat seseorang mulai terasa seperti rumah itu sendiri.
All Rights Reserved
#77
enhypenff
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Forgive Me | FreenBecky [END]
  • Journey
  • PREGNANT (DewTee)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Rewriting The Villain (END)
  • Something... Emm🔞 (KNP)
  • Obsession Overdose
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • PAMENGKU | NOMIN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines