Hal-Hal Kecil tentang Kamu

Hal-Hal Kecil tentang Kamu

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
Ada hal-hal kecil tentang kamu, yang awalnya tidak pernah aku anggap penting. Cara kamu diam terlalu lama sebelum menjawab. Cara kamu selalu memilih duduk dekat pintu. Cara kamu tidak pernah benar-benar menjelaskan tentang dirimu. Semua itu... dulu hanya detail biasa. Sampai suatu hari, aku sadar bahwa aku mulai menunggu kamu tanpa alasan yang jelas. Bukan karena kita dekat. Bukan karena kita punya hubungan. Tapi karena kehadiranmu, perlahan jadi bagian dari hariku. Ini bukan cerita cinta yang langsung jelas arahnya. Bukan juga tentang dua orang yang saling mengaku perasaan. Ini tentang jarak yang tidak selalu menjauh, tentang kedekatan yang tidak selalu dimiliki, dan tentang dua orang yang belajar memahami. Tanpa harus memiliki. Karena pada akhirnya, tidak semua hal kecil perlu dijelaskan untuk bisa berarti. Dan kamu-tidak pernah benar-benar pergi, hanya tidak selalu ada.
All Rights Reserved
#464
protagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After the Fall
  • ENVELOVE
  • PERIHELION
  • MUKTI AGUNG
  • The Lost Cael (Selesai)
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • Halo Gus!!
  • Bodyguard Salah Alur

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

More details
WpActionLinkContent Guidelines