Setelah bertahun-tahun hidup di negeri orang, Gahyaka Dhaneswari Pramudita pulang dengan satu keputusan: berhenti sejenak dan hidup tanpa terburu-buru. Selama ini ia bekerja tanpa benar-benar memberi dirinya waktu rehat, karena ia adalah harapan keluarga-orang yang diandalkan untuk mengubah keadaan dan membiayai pendidikan adik-adiknya. Dengan sisa tabungan dan mimpi masa kecil yang belum padam, Gahyaka ingin membuka toko roti kecil di desa yang dulu terasa sempit, kini terasa cukup. Namun kepulangannya mempertemukannya kembali dengan Dhananjaya Arsatama Wicaksana-lelaki yang dulu menolak perasaannya di hadapan satu sekolah. Penolakan yang mendorong Gahyaka pergi jauh, kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, dan meninggalkan perasaan yang tak pernah benar-benar selesai. Kini, saat ia memilih pulang, masa lalu itu justru menunggunya.
More details