setelah dewasa kita baru sadar, ternyata suara ocehan ibu di pagi hari adalah suara yang sangat kita rindukan bila kita sudah jauh dari rumah, candaan kecil ayah yang membuat hati kita merasa tenang dan bahagia. senyuman hangat dari mereka yang membangkitkan semangat kita , serta riuh tawanya suara adik yang membuat suasana keluarga lebih terang. karena keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang saat kita merasa dunia tidak adil untuk kita. namun, ada mereka (keluarga) yang selalu menyambut kita dengan penuh rasa cinta.
kisah ini tentang kehidupan seorang pemuda yang bernama GHAISAN ALFARIZQI, orang-orang memanggilnya dengan sebutan haisan/isan.
sebagai anak pertama haisan ingin membahagiakan ayah dan ibu nya, serta menjadi kakak yang baik bagi ke dua adiknya. haisan memutuskan melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas di Bogor dengan mengandalkan beasiswa yang ia dapat, karena haisan tau orang tuanya tidak akan mampu jika membiayai haisan untuk kuliah, sebab masih ada 2 adik haisan yang harus di selesaikan sekolahnya. haisan tidak ingin membebani kedua orang tuanya, karena haisan tau bagaimana ekonomi mereka.
" Aku kira setelah dewasa nanti , semuanya akan lebih mudah. nyatanya, setiap hari terasa berat untuk di lalui, dan bodohnya aku sempat berfikir jiika aku jauh dari rumah dan tinggal sendiri gak akan ada suara ibu yang ngoceh setiap pagi, gak akan ada ayah yang larang kalau aku mau pergi. sialnya suara yang setiap hari terdengar di rumah sederhana itulah yang sangat aku rindukan" ~ Ghaisan alfarizqi.
___________________________________________________________________
WARNING !
cerita ini murni dari hasil imajinasi penulis , apabila ada kesamaan dalam beberapa hal itu hanya kebetulan semata tanpa disengaja.
happy reading all............, terimakasih.
All Rights Reserved