Blood For The Crown

Blood For The Crown

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
Kutukan itu jelas: "Keturunan Vaughan hanya boleh satu." Heaven Kaisar Jack Vaughan melanggarnya. Dia punya tiga. Harga dari sebuah keajaiban adalah darah. *Sepuluh tahun* Putra Mahkota Heaven disiksa di bawah Wali Neraka. Ayahnya wafat diracun. Ibunya wafat setahun setelahnya karena depresi kehilangan Raja. Dia hidup sebagai anjing. Sampai di umur tujuh belas, anjing itu menggigit balik. Putra Mahkota *Zavian* mati di usia sembilan tahun. Pembunuhnya masih bernafas. Masih memerintah. Dendam itu membangunkan tiga monster: Seorang Kaisar yang dijuluki "The Curse Breaker". Seorang Raja yang memakai "Mahkota Iblis". Seorang Putri yang dijuluki "Mawar Baja". Seorang Panglima yang kapaknya tak pernah kering, "The Bloody Axe". Di Dinasti Vaughan-Alaric, tahta tidak diwariskan. Tahta dibayar. Dengan darah. ⚠️ WARNING: Gore, Tyranny, Betrayal, Child Death, Moral Black. No heroes here. Only kings, monsters, and corpses. This is not a story about good versus evil. This is a story about evil versus evil.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Help, I'm a Zombie!
  • The Character Who Was Meant to Die
  • Married Secret (Fattqeel)
  • Heir Without Blood
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Force to Marry the Devil
  • S Di Antara Dua N
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • SWITCH

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines