Experiment: Human Error

Experiment: Human Error

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
Di sebuah fasilitas penelitian rahasia milik korporasi teknologi raksasa, proyek ambisius bernama Human Error diciptakan dengan satu tujuan: menghapus kelemahan terbesar manusia-emosi. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan rekayasa saraf, para ilmuwan berusaha menciptakan manusia yang sempurna: rasional, efisien, dan bebas dari rasa takut, cinta, maupun penyesalan. Dr. Elara Voss, ilmuwan utama proyek tersebut, percaya bahwa dunia tanpa emosi adalah kunci perdamaian. Namun, semuanya berubah ketika subjek uji coba terakhir-seorang pria misterius bernama Aiden-menunjukkan anomali. Alih-alih kehilangan emosinya, ia justru mengembangkan sesuatu yang lebih dalam... sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh sains. Saat Aiden mulai mempertanyakan realitas di sekitarnya, serangkaian kejadian tak terduga mengguncang fasilitas tersebut. Sistem keamanan gagal, data penelitian menghilang, dan para ilmuwan mulai saling mencurigai. Elara dihadapkan pada kenyataan mengerikan: mungkin bukan manusia yang penuh kesalahan... melainkan eksperimen itulah kesalahan terbesar mereka. Terjebak di antara logika dan perasaan yang mulai ia rasakan sendiri, Elara harus memilih-menyelesaikan eksperimen demi kesempurnaan umat manusia, atau menghancurkannya sebelum semuanya terlambat. Karena dalam dunia yang berusaha menghapus kesalahan, satu pertanyaan tersisa: Apa jadinya jika "human error" justru adalah hal yang membuat kita manusia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Detektif Kriminal Negara Tahun 1990 (Part 1)
  • I Am In Novel?!!
  • SIAPA? ( yushi x riku )
  • You're mine, not the world.
  • Become Antagonist's Brother
  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Transmigrasi Cepat: Teratai Putih Kembali Populer
  • JANTAN 🔞
  • Penyerang umpan meriam hanya ingin bertani [END]
  • After Transmigrating Into an Idol Talent Show

Sinopsis Shen Zhenzhu bertransmigrasi ke tahun 90-an dan menjadi anggota kepolisian. Sebagai seorang polisi lingkungan, pekerjaan sehari-harinya adalah berbaur dengan kakek dan nenek di pelosok jalanan. Hidupnya tenang, lokasi kerjanya dekat dari rumah, dan setiap hari ia merasa sangat nyaman. Hingga suatu saat, secara "kebetulan" dalam proses patroli, ia menemukan senjata yang digunakan untuk kejahatan dan mengungkap kebenaran dari "Kasus Dua Mayat di Kolam Ikan" yang sempat meresahkan warga. Ia juga berhasil memecahkan "Kasus Ketukan Jendela Tangan Terputus" melalui tetesan darah kecil di tengah masa mencekam saat seluruh guru dan siswa di kota diliburkan. Ia bahkan menangkap pelaku di tengah jalan dan melakukan tindakan tegas yang melumpuhkan lawan. Semua orang mengatakan bahwa ia hanya beruntung, namun hanya ia yang tahu bahwa dirinya bisa "melihat" tempat kejadian perkara! Setelah mendapatkan promosi luar biasa untuk masuk ke Tim Reserse Kriminal di Kepolisian Kota, semua orang meragukannya. Siapa sangka, setelah masuk ke Tim Reserse Kriminal, Shen Zhenzhu seolah mendapatkan kekuatan tambahan. Berbagai kasus besar seperti Kasus Budak di Ruang Bawah Tanah, Kasus Prostitusi Anak di Kedai Kedai Hotpot, Kasus Mayat Pria dalam Semen di Kandang Anjing, hingga Kasus Mutilasi Psikopat berhasil ia pecahkan satu demi satu dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Meski berada di ambang bahaya dan menghadapi situasi hidup-mati, ia tidak pernah mundur sedikit pun. Ia berturut-turut menerima penghargaan dari Kementerian Keamanan Publik serta Departemen Provinsi, hingga menjadi legenda di dunia kepolisian yang dikenal luas oleh masyarakat. Kabar mengenai keberhasilannya dalam memecahkan kasus menyebar ke seluruh penjuru negeri. Di era ketika para bintang besar memenuhi jalanan, ia muncul secara tak terduga dengan prestasi gemilang, menjadi idola yang dipuja seluruh rakyat pada akhir abad ke-20 sebagai sang pengakhir kejahatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines