Cover by Ai
Hujan.
Tentu, tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu hujan. Air yang turun dari langit melalui tiga tahapan: evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Tapi, ini bukan tentang proses ilmiahnya, melainkan tentang seseorang yang aku simpan dalam hujan.
Andara, Rayanza Kalandara. Dia berlesung pipi, tinggi, dan manis, dengan jaket merah yang menjadi ciri khasnya. Andara bukanlah cinta pertamaku, tapi dia adalah lelaki pertama yang menunjukkan kepeduliannya kepadaku. Seperti sekarang, dia memberikan jaket merahnya untuk melindungiku dari guyuran hujan yang deras.
"Dipakai, ya, biar enggak dingin. Gue lupa bawa mantel," ucapnya.
Aku tersenyum sembari mengenakan jaket kesayangannya itu. "Lo gimana?"
"Yang penting lo dulu."
Aku tidak memprediksi cuaca akan hujan hari ini. Aku tidak mempersiapkan apa pun. Begitu juga dengan kehadiran Andara; aku tidak menyangka akan berboncengan dengannya, apalagi duduk sedekat ini. Memeluknya erat di tengah air hujan yang terus mengalir deras.
"Kayaknya gue suka hujan, deh." Dan tentu saja... aku juga menyukaimu, Andara.
-Kanaya Adistira
____
Cerita ini aku tulis untuk mengenangnya. Asik heheheh, kangen banget sama dia.
All Rights Reserved