Pengkhianatan Beruntun [Ch2]
"Ini bukan kesalahan kita, tapi kenapa kita yang harus nanggung malunya."
Kalimat itu terus berputar di kepala, seperti kaset rusak yang tak pernah berhenti di satu bagian. Aku berdiri di sudut ruangan yang ramai, tapi rasanya seperti paling sepi di dunia. Semua mata seolah punya cerita sendiri tentangku, tentang sesuatu yang bahkan aku sendiri tak pernah benar-benar memilih untuk terjadi.
Lucu ya, bagaimana dunia bekerja. Saat semuanya runtuh, yang paling sering disalahkan bukan yang memulai, tapi yang kebetulan berada di dalamnya. Seakan-akan diam itu tanda setuju, dan bertahan itu berarti bersalah.
Aku menarik napas pelan, menahan sesuatu yang lebih berat dari sekadar sedih. Bukan karena aku tidak ingin marah, tapi karena tidak ada gunanya melawan tatapan yang sudah lebih dulu memutuskan siapa yang salah.
Dan di antara semua kebisingan itu, satu hal yang paling menyakitkan bukanlah kejadian yang terjadi...
melainkan kenyataan bahwa aku harus tetap berjalan, membawa nama yang bukan sepenuhnya milikku, dan luka yang bahkan tidak sepenuhnya aku ciptakan..
- Chika - Christy