How to Date a Cheerleader

How to Date a Cheerleader

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
KAPTEN PEMANDU SORAK X COWOK PENYENDIRI: PASANGAN HOT TERBARU DI MAYFIELD HIGH! Kalian semua kenal Clementine Rivers. Kapten pemandu sorak tercinta Mayfield High itu pasti pernah melemparkan senyum imutnya padamu di koridor meskipun dia tidak mengetahui namamu. Penggemarnya terlampau banyak sampai kami harus menutup program Cinta Rahasia Mayfield daripada terus-menerus memajang surat cinta anonim untuk orang yang sama. Oke, mari kita kembali ke topik sebelum artikel ini menjadi terlalu panjang. Bagi kalian para penggemar Clementine, aku membawa berita menggemparkan. Pujaan hati kalian tak lagi lajang. Setelah tiga tahun lebih tidak pernah terlihat berpacaran dengan siapapun di sekolah ini, Clementine ketahuan berciuman dengan Matthew Montague di depan ruang klub fotografi sore beberapa hari yang lalu! Bukti foto kami lampirkan di bawah. Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa itu Matthew Montague? Teman satu angkatannya hanya tahu dia suka menyendiri dan bergaul dengan klub fotografi saja. Kenapa Clementine memilih cowok itu daripada deretan anggota klub football yang sudah mengantre terlebih dahulu? Nantikan informasi terbaru dari kami! Tertanda, Mayfield Talks (Silakan berhenti berlangganan dengan kanal kami jika tidak ingin mendapatkan gosip terbaru Mayfield)
All Rights Reserved
#175
cheerleader
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines