Akar kerapuhan

Akar kerapuhan

  • WpView
    Reads 622
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 23, 2026
Sebuah cerita dari seorang remaja yg kehilangan kebahagiaan keluarga nya. Keluarga nya hancur sehancurnya seperti kaca yg di pecahkan tak dapat kembali di perbaiki. Remaja itu mendapatkan segala penderitaan yg tak pernah ia kira atau ia pikir. Karna dulu, saat keluarga nya baik baik saja, bahagia dan harmonis.. ia begitu senang, bahagia dan selalu bermanja dengan orang tuanya. kini, remaja itu hanya diam.. tak ada lagi suara tawa kecil nya yg dulu ceria, tak ada lagi suara langkah kaki yg berlari ingin memeluk sang orang tua. Kini kaki itu hanya bisa diam,tak bergerak dengan bokong nya yg hanya bisa duduk di kursi roda otomatis sialan itu! sampai sampai.. ada musuh datang.. yg tidak dinginkan sang pemuda itu. Akankah cerita ini happy end atau sad end? Terus bacalah, walaupun author nya kadan up. Karna banyak tugas. maklum lah!😭☝🏻
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • Samudra Dan Cakrawala [Selesai]
  • SAKARA
  • farewell - sick male lead watchlist
  • Dewangga [JJK]
  • Bukan Rumah yang Kurindukan
  • Breathless ✔
  • When a Letter Changed Everything
  • Detik Ketika Daun Jatuh
  • Mawar Terakhir Arsha [END]

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines