Bagi dunia, Jung Jae-hyun adalah pianis jenius yang sempurna. Namun di balik itu, ia hanyalah boneka rusak yang jiwanya mati rasa. Nada piano bagaikan jeruji besi baginya, sedangkan percikan cat air rahasia adalah kebebasannya. Saat tekanan mental membuatnya nyaris gila, Jae-hyun melarikan diri ke gedung seni terbengkalai. Di sana, ia tertangkap basah oleh seorang gadis asing yang memiliki tatapan mata yang kosong. Satu tatapan yang meretakkan topeng rapinya, memaksa Jae-hyun memilih, tetap hancur dalam melodi piano, atau memberontak demi menggenggam kuas lukis dan tangan gadis itu. ⚠️ PERINGATAN CERITA: Cerita ini mengandung unsur perundungan (bullying), tekanan mental, serta trauma masa lalu akibat kecelakaan keluarga. Harap bijak dalam membaca. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan tema psikologis yang cukup berat, mohon untuk mempertimbangkan kembali sebelum membaca.
More details