Menanti Hadirnya Cinta

Menanti Hadirnya Cinta

  • WpView
    Reads 911
  • WpVote
    Votes 248
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2026
Syaqila menjalani hari-harinya dengan sederhana sebagai seorang guru. Hingga sebuah kabar dari bundanya yang berada di rumah sakit mengubah segalanya: Abahnya didiagnosis kangker stadium empat. Di sisa waktu yang Tuhan titipkan, sang abah hanya memiliki satu pinta. Ia ingin syaqila menikah dengan pemuda pilihannya-seorang yang ia percaya dapat menjaga syaqila saat ia tiada. Bukan karena tak percaya pada takdir syaqila, melainkan karena kasih seorang ayah yang ingin memastikan putrinya bahagia hingga akhir. Di antara bakti dan perasaan, akankah syaqila mampu mengikhlaskan hati untuk amanah terakhir ini?
All Rights Reserved
#244
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Painted Sonata [On Going]
  • SYAHIDKAN AKU DI BAITULLAH©
  • Playboy Perfectible
  • Agam Love Aisyah [Hiatus Sementara]
  • Surat si Perindu Langit [REVISI] ✓
  • Become Your Self (SELESAI)
  • HANYA SEBATAS SAHABAT//SYAQEEL
  • Queen of My Heart [END]
  • ALESYA [SELESAI]
  • Jangan Buang Anakmu,Bu [SEGERA TERBIT]

Bagi dunia, Jung Jae-hyun adalah pianis jenius yang sempurna. Namun di balik itu, ia hanyalah boneka rusak yang jiwanya mati rasa. Nada piano bagaikan jeruji besi baginya, sedangkan percikan cat air rahasia adalah kebebasannya. Saat tekanan mental membuatnya nyaris gila, Jae-hyun melarikan diri ke gedung seni terbengkalai. Di sana, ia tertangkap basah oleh seorang gadis asing yang memiliki tatapan mata yang kosong. Satu tatapan yang meretakkan topeng rapinya, memaksa Jae-hyun memilih, tetap hancur dalam melodi piano, atau memberontak demi menggenggam kuas lukis dan tangan gadis itu. ⚠️ PERINGATAN CERITA: Cerita ini mengandung unsur perundungan (bullying), tekanan mental, serta trauma masa lalu akibat kecelakaan keluarga. Harap bijak dalam membaca. Jika kamu merasa tidak nyaman dengan tema psikologis yang cukup berat, mohon untuk mempertimbangkan kembali sebelum membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines