8th Prologue

8th Prologue

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
Pertemuan pertama kalian seperti apa? "Harus, ya, lo buat surat kayak gitu, kan bisa bicara langsung ke arah kamera?!" Yah, seharusnya bisa, tapi coba baca saja lah isinya; Hai, semuanya perkenalkan, kami adalah sekelompok anak yang jauh dari rumah. Kami anak baik, tenang saja, kami juga bersekolah dengan seragam yang rapi, bersih dan wangi serta atribut yang lengkap. Ini hanya menceritakan kehidupan kami sehari-hari di ruang lingkup yang sama, hingga mungkin nanti selesai sudah pendidikan Sekolah Menengah Atas. Ada banyak kejadian menyenangkan, tenang saja. Yah, kalian tenang saja dan lihat perjalanan kami para anak yang ingin membuat rambu sendiri ini.
All Rights Reserved
#99
sekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Elgra [ END ]
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞�𝐧?
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • MY EX-RIVAL
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Navjeevan || Niskala Kiran
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB
  • Bites Of Love [END]

Mereka yang dulu mengabaikannya, kini tiba-tiba peduli padanya. *** Elgra tidak pernah benar-benar merasa hidup-hingga ia hampir mati. Setelah terbangun dari koma yang nyaris merenggut segalanya, Elgra membawa sesuatu yang tak kasatmata-mimpi. Bukan sekadar bunga tidur, melainkan potongan masa depan yang terasa terlalu nyata untuk diabaikan. Dalam mimpinya, ia melihat kematiannya sendiri-dingin, sunyi, dan tragis. Pelatuknya ditarik oleh seseorang yang paling tidak ia duga-Nolan, kakak keduanya. Sejak saat itu, dunia Elgra berubah. Anak yang selama ini hanya menjadi pengganti-bayangan dari Algra, si bungsu Nathalion yang menghilang-memilih untuk menarik diri. Ia menjadi lebih diam, lebih waspada, dan diam-diam menyusun rencana untuk melarikan diri dari takdir yang seolah sudah ditulis untuknya. Karena untuk pertama kalinya, Elgra ingin hidup, walau dunia tak pernah benar-benar menginginkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines