ROUGH ROSE

ROUGH ROSE

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2026
​"Semua orang melihat kelopaknya yang indah, tapi hanya dia yang berani menyentuh durinya." ​Bagi semua orang di SMA Cakrawala, Nara adalah porselen mahal yang tidak tersentuh. Dengan bando mutiara yang selalu terpasang sempurna dan senyum angkuh yang menjadi tamengnya, ia sengaja membangun tembok tinggi. Ia memilih menjadi outcast yang dibenci daripada menjadi korban yang dikasihani. Baginya, lebih baik ditakuti daripada harus terlihat rapuh. ​Namun, topeng itu mulai retak saat ia berhadapan dengan Arka. ​Sebagai ketua kedisiplinan yang kaku dan stoik, Arka adalah satu-satunya orang yang tidak terintimidasi oleh pesona Nara. Di saat orang lain hanya melihat troublemaker yang hobi melanggar aturan, Arka justru melihat jam tangan Nara yang mati, jemarinya yang gelisah, dan luka-luka yang disembunyikan di balik aksesori girly-nya. ​Sebuah kesepakatan rahasia memaksa keduanya untuk terus bersinggungan. Nara yang keras kepala harus belajar bahwa tidak semua orang ingin mematahkan durinya, dan Arka harus menyadari bahwa mawar yang paling tajam justru adalah mawar yang paling butuh dilindungi. ​Di sekolah yang penuh dengan bisikan sinis, mampukah Arka menemukan alasan mengapa Nara memilih untuk menjadi mawar yang kasar? Ataukah mereka berdua justru akan sama-sama terluka oleh duri yang mereka buat sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Beautiful Pain
  • NINGRUM
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • HIS LILY HIS LIES
  • Silent Traces by the Sea
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Mr. CEO, Stop Being My Enemy! (END)
  • Kesempatan Kedua Heraya
  • Almost Married (END)

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines