Bagi Dyana Anvaya Raespati Priyanka, eksistensi Altair Saskara Sandero Ishara itu ibarat notif spam yang ganggu banget. Sebagai mahasiswi Fakultas Desainer Model di Universitas Nusantara Jaya, Dyana punya standar estetika yang tinggi. Hidupnya penuh dengan sketsa, kain premium, dan outfit yang selalu slay. Tapi, semua mood bagus itu langsung hancur kalau si calon dokter, Altair, udah mulai beraksi.
Altair itu definisi musuh yang hobi banget physical attack lewat kejailan-dari mulai bikin project jahitan Dyana berantakan sampai komentar "Gaya lo kayak jemuran" tiap kali Dyana lewat. Pokoknya, mereka itu certified "Tom and Jerry"-nya kampus. Satu kampus pun tahu kalau mereka berdua nggak bakal bisa akur satu detik aja.
Tapi plot twist-nya, dunia Dyana beneran kerasa lag pas sang Bunda, Keline Kartika Alana Maheswari, tiba-tiba ngasih pengumuman yang bikin mental breakdown: Dyana dijodohin sama Altair.
Pas Dyana lagi sibuk denial dan pengen kabur, Altair malah santai banget kayak nggak punya beban hidup. Dengan tingkat kepedean di atas rata-rata, dia cuma bilang, "Ternyata, gua ama lo itu udah ditakdirin buat jadi jodoh, ya?"
Dyana auto ilfeel tujuh turunan. "Idih, gausah ngarep lebih, njir! Orang ini cuman dijodohin doang?! Gua, aja ogah ama lo, wlee!"
Sekarang, Dyana harus terjebak di antara dua pilihan sulit: fokus ke mimpinya jadi desainer kondang atau ngurusin calon suami yang hobinya bikin darah tinggi. Masalahnya, di balik kejailan Altair yang nggak ada obatnya, cowok itu diam-diam jadi orang pertama yang pasang badan kalau ada yang ngeremehin karya desain Dyana.
Apakah Dyana bakal tetep stay dengan rasa bencinya, atau justru perjodohan paksa ini malah jadi healing paling ampuh buat hatinya?
All Rights Reserved