Arch Enemy, Madman!
Musuh? Kekasih? Atau keduanya?
Pacaran rasanya seperti mengasuh anak-itulah yang dirasakan Odessa Jasmine Nalabala. Sejak pindah negara, berpindah tempat singgah dari Amerika, pilihan rumit membawanya ke kota Malang. Di sinilah ia menjadi manusia baru.
Serba-serbi kehidupan ia rasakan. Dinginnya rindu yang tak berbalas, hangatnya diterima di tengah asingnya kota, hingga sakitnya ditinggalkan tanpa alasan yang jelas. Di tengah semua itu, ada Hanan Jakaswara Puntadewa-laki-laki bersuara medok, bermata nakal, yang selalu menyeretnya pada pusaran manis-pahitnya cinta.
Hanan membuat Odessa tertawa sampai lupa nama sendiri, lalu meninggalkannya tenggelam dalam sepi. Janji-janji yang terucap di bangku kantin sekolah itu sering patah sebelum sempat jadi kenangan. Putus-nyambung, nyambung-putus. Sampai akhirnya mereka lelah. Perpisahan menjadi satu-satunya jalan yang tampak waras.
Odessa mengubur nama itu dalam diam. Ia menenggelamkan diri di dunia teater, berharap sorot lampu panggung bisa membakar sisa-sisa rasa yang masih membara.
Tapi takdir kejam. Di sebuah proyek teater, semesta kembali mempertemukan mereka. Lampu sorot menyatu, naskah memaksa mereka beradu peran sebagai sepasang kekasih. Cinta lokasi? Mungkin. Yang jelas, pertemuan itu menyatukan kembali raga yang sudah lama berjarak, dan ingatan yang dulu sengaja dikubur dalam-dalam.
Entah apa yang merasuki Hanan dan Odessa. Entah kenapa jantung mereka kembali berdetak di luar kendali, melanggar sumpah yang pernah diucapkan dengan air mata dan darah. Tangan yang dulu saling melepas, kini diam-diam mencari genggaman.
Apakah ini kesempatan kedua yang ditunggu-tunggu?
Atau justru luka lama yang kembali menganga, lebih dalam dari sebelumnya?
"Karena kadang, orang yang paling menyakitimu... adalah orang yang paling kau ingin pulang kepadanya."
©2026
Romance Comedy ~ Angst