The Ghost And His Lily | Evan Rosier [END]
"Di dunia yang sedang bersiap untuk perang, satu-satunya hal yang lebih berbahaya daripada Pangeran Kegelapan adalah obsesi seorang Evan Rosier."
Evan Rosier tidak dilahirkan untuk memiliki hati, ia dilahirkan sebagai mesin pembunuh. Sebagai pewaris tunggal keluarga Rosier, salah satu pilar Sacred Twenty-Eight, ia dibentuk menjadi pria pualam yang dingin, tak tersentuh, dan tanpa ampun. Seorang "Hantu" yang kehadirannya hanya membawa aroma maut dan kepatuhan mutlak pada tradisi darah murni yang kolot.
Namun, semua doktrin itu hancur berantakan saat ia bersinggungan dengan Ella Avery.
Ella adalah sekuntum murni yang tumbuh di tanah beracun klan Avery. Ia adalah perwujudan kelembutan yang selalu beraroma bunga lily, dengan binar mata hazel yang terlalu jernih untuk dunia yang sudah busuk oleh ambisi. Bagi Evan, Ella bukan sekadar adik dari Silas Avery sahabatnya yang tengil, licik. Ella satu-satunya alasan baginya untuk tetap merasa menjadi manusia, sekaligus alasan untuk menjadi iblis yang sebenarnya.
Berawal dari sebuah insiden berdarah di rubanah Avery Manor dan sebuah plester Muggle sederhana, Evan Rosier menyadari satu hal, ia tidak butuh kejayaan Lord Voldemort, dan ia tidak butuh kehormatan nama Rosier. Ia hanya butuh Ella Avery.
Saat perang besar mulai berkecamuk, Evan Rosier mengambil langkah paling gila dalam sejarah sihir. Ia memilih menjadi Pengkhianat Terbesar. Ia tidak hanya menusuk Pangeran Kegelapan dari belakang, tetapi juga meludahi wajah leluhur Rosier. Dan yang paling fatal, ia siap menghancurkan keluarga Avery sampai ke akar-akarnya merobek persahabatannya dengan Silas hanya untuk memastikan Ella terputus dari dunia luar dan jatuh seutuhnya ke dalam pelukannya.
Evan tidak peduli jika ia harus menghilang dari sejarah atau dicap pengkhianat oleh Lord Voldemort. Karena bagi sang Hantu, hukumnya sudah final, Ella Avery adalah miliknya, dan ia akan memastikan Lily-nya tetap mekar di bawah bayang-bayang perlindungannya yang mematikan.