"Memeluk Luka Masa Kecilku"

"Memeluk Luka Masa Kecilku"

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 30, 2026
Sinopsis: Dahulu, dunia Dina adalah tempat yang aman karena ada Ayah. Sebagai cinta pertama, sosok itu adalah pelindung yang menjanjikan masa depan yang cerah. Namun, dongeng itu hancur saat sang Ayah pergi merantau dan perlahan menjadi asing. Tidak ada kabar, tidak ada kiriman nafkah, hanya menyisakan keheningan yang menyesakkan di rumah. Puncaknya, Dina harus menelan kenyataan pahit yang paling ia takuti: menanggalkan seragam sekolahnya. Di saat teman-temannya sibuk membicarakan cita-cita, Dina justru harus sibuk memikirkan cara bertahan hidup di tengah drama keluarga yang penuh air mata. Keegoisan ayahnya membunuh mimpinya tepat di saat ia mulai tumbuh remaja. Ia kehilangan haknya untuk menjadi anak-anak. Ia dipaksa dewasa oleh keadaan, memikul beban yang seharusnya bukan miliknya. Di tengah reruntuhan harapannya, Dina belajar bahwa untuk bisa terus hidup, ia tidak boleh terus menunggu permintaan maaf yang tak kunjung datang. Ia harus belajar memeluk traumanya sendiri, merawat luka di hatinya yang menganga, hingga akhirnya ia sampai pada sebuah titik di mana takdir mempertemukannya dengan laki-laki yang menjadi pelabuhan terakhirnya-seseorang yang memberinya rumah, di saat ia merasa sudah kehilangan segalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbuh Dengan Luka
  • SANGGAR GSKY🐎
  • One Shot Desire 21+
  • Mas Masinis
  • Pernikahan Rumit
  • The Devil in a Bunny Suit
  • THE HEIRESS 1975
  • NEALINE : Blood and Ice Cream

Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines