18+
"Pergi sekarang! atau kau sama sekali tidak akan memiliki kesempatan itu."
"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja." Tiesha sama sekali tak menghiraukan ancaman pria itu.
"Serena!"
Hening.
"Aku merindukanmu." lirih Tiesha kemudian, lalu memeluknya.
Dengan sigap pria itu menangkisnya, memojokkan tubuh kecil itu ke sudut, menahan kedua lengannya ke atas, sedangkan lengan satunya menahan pinggang ramping gadis itu.
"Dan aku menginginkanmu."
Pria itu menciuminya tanpa belas kasihan. Bukan karena pengaruh obat, karena selama ini ia memang selalu menginginkannya, hanya menginginkannya.
"A-Ayashhh.. ka-kamuuu.. hmmph."
"Aku merindukannya, sangat rindu panggilan yang keluar dari mulutmu," bisik Dares di sela sentuhannya yang semakin menjalar, "sayangnya sekarang aku tak akan membiarkannya bicara, aku akan membuatnya sibuk."
"Bolehkah?" Dares membisikinya lagi, bahkan ia sudah melakukannya sejak tadi, jadi untuk apa bertanya lagi?
__
"Jika aku tidak ditemukan, maka biarkan aku yang menemukanmu di belahan dunia mana pun."
©Lovelyliy, 2026
Budayakan memfollow sebelum membaca❗
__________
• follow me!
• add this stories to your reading list
• dont forget to comment and vote
Start : 0426
All Rights Reserved